Thursday, June 20, 2013

tausiah pernikahan

PERkawinan hendaknya langgeng. apa yg disatukan oleh Allah, sewajarnya tidak putus. dlm konteks kelanggenan itulah, Allah mnytkn bahwa perkawinan itu mitsaqan ghalizan "ikatan yg sangat kukuh" dia kukuh, krn pengikatnya tiga hal pokok, yaotu mawaddah, rahmah dan amanah. klo mawaddah putus, masih ada ramhah, dan memang, klo hidup tanpa amanah, maka perut bumi lbh baik bagi yg bersangkutan. tiga tali temali ikatan perkawina itu kemudian direkam dgn kalimat Allah.  Nabi bersabda, "berbaik2lah kpd pasanganmu, krn engkau memperolehnya berkat kalimat Allah dan menjadi halal hubungan kamu karena amanat yg engkau telah terima. Bapak2,..kalimat Allah luhur. kalimatullahi hiyal ulya. demikian kata alquran, klmt Allah itu bercirikan sidqan wa adlan la mubaddila likalimatih. demikian firman Alah. sidqan, artinya kbnran dan kejujuran . adlan artinya keadilan dan dia tidak ada yg dapat merngubahnya dgn kalimat itulah Allah menciptakan isa tanpa ayah, dan menganugerahkan zakaria putra, yatu yahya yg dilukiskan sebgai orang yang pandai menahan diri, seorang yg terkemuka. itulah tali temali perkawinan sehingga dia seharusnya langgeng selalu di dlam kesucian, kebenaran, dan sikap adil,.bapak2...ikatan terakhir dari perkwnn adl amanah. amanah seakarnr dgn kata iman dan aman. seoarang tdk mungkin akan menyerahkan amanah, klo seorng yg diserehinya itu tidak dia percaya bahwa barang yg diserahkannya aman di tangannya. seoarng ayah seoarng ibu, tdk mungkin akan menyerahkan putra/i nya  kecuali kped siapa yg dia percaya dan merasa bahwa putra /i  aman bersama pasanganya. seoarng wanita tdk mungkin akan rela meninggalkan ibu/bpknya  utk pergi kpod seorang yg baru dikenalnya, klo dia tidak percaya kpd siapa yg disuntingnya. itu amanah. amanah dua ciri pokoknya. amanah selalu bersama siapa yg diberi amanah. dan amanah juga selalu dijunjung tinggi oleh yg menerimanya. siapa yg tdk igin sll bersma memlihara amamah, maka dia bukan orang yg wajar menerima amanah. dan siapa yg tidak menjunjung amanah itu , .kehiduapan suami istri yg dijalin mawaddah dan rahma itu mnjdkn mrk mnyatu. itu sebabnya ikatan perkawinan tdk dinamai mu'amalah. mu'amalah itu adl hub timbal balik yg biasanya didasarkan oleh materi. sedangkan muasyarah adl hubungan yg menyatu yg tdk lagi dpt dipisahkan antara sst dgn yg lain krn telah bercampur dan menyatu. orang yg berbisnis melalakkn muamalah. seoarng yg berjual beli melkkn mua;amalah. sdgkan perkawinan bukan jual beli, bukan bisnis, dia adl suatu ikatan yg luhur, yg suci yg menjadikan suami istri menyatu dlm langkahnya, menyatu dlm tujuannya dan hidup dlm kehidupan harmonis.

bismi allahumma innaka ja'alta aqdan nikahi mitsaqan ghalidzhan wa baarik nikaahan lana, wa baarik lana. ya Allah engkau telah menjadikan perniakahn sbg ikatan suci yg kukuh, maka berkatilah kami dgn dgn perniakahn dan berkati perniakahn itu melalui kami. allhuma ijma' maa tasyatta min quluubil mutazaqqijiin. Ayya Allah himpulah apa yg terserak dari kalbu para pasangan satukan hati dan langkah mrk, satukan tujuan dan harapan mrk. ya Alalh, lindungilah kami semua dari setan dan jin yg berusaha memishakn yg engkau telah himpunkan yg berusaha meniup di buhul2 utk memisahkan kekasih dgn kekasihnya. suami dgn istrinya.

 xxx

Tujuan dari pernikahan adl menciptakan sakinah.Sakinah tercipta melalui pemanfaatan potensi2 yg dianugerahkan Allah kpd suami, istri dan juga dgn peranan slrh anggota keluarga. PERnikahan dinamai oleh Al-Qur`an "nikah dan zawaj.  Ini harus dipahami benar, krn pemilihan kata2 itu adl pilihan yg dilakukan Allah dan tdk sah perkawinan kecuali dgn menggunakan salah satu dari kata tsb. Nikah artinya menyatu, zawaj artinya keberpasangan. Suami dan istri harus menyatu, tp pada saat yg sama, mrk harus sadar, mrk adl dua sosok, tetapi berpasangan. Cinta bukan pemaksaan kehendak, ttp dialog antara dua aku. seseorang yg mencntai seseorang harus mengakui bhw siapa yg dicintainya mempunyai kepribadiannya shg kepribadianny tdk boleh dilebur. Cinta adl dialog antara dua aku, perkawinan adl dialog dan masing2 hendaknya mengakui kepribadian dan eksistensi dari pasangannya. Bukan cinta, siapa yg mencintai dirinya, bukan juga cinta, siapa yg memaksakan kehendaknya. cinta harus diperjuangkan, dan memperjuangkannya melalui potensi yg dianugerahkan Allah kpd manusia, yaitu potensi mawaddah. sedang rahmah adl suatu perasaan, suatu kondisi kejiwaan yg mengantar seseorang merasa perih melihat ketidakberdayaan pihak lain. seorang suami harus memiliki rahmat, melihat ketidakberdayaan istrinya dan merasa pedih dgn ketidakberdayaan itu, demikian juga istri, harus memiliki rahmat shg berusaha utk mengurangi kepedihan yg dilihatnya pada pasangannya. itu yg dinamai mawaddah dan ramhh.dan itu perlu diperjuangkan oleh masing2 pasangan. suami dan istri.

bpk2, kita tadi berkata bahwa nikah adl penyatuan dan zawaj adl keberpasangan. memang, suami dan istri harus memiliki kesamaan2 dan harus jg memiliki perbedaan. paling tidak persamaanny ada 4 dan perbedaanny ada satu. Mereka sama2 hidup, sama2 dewasa, sama2 cinta, dan sama2 bertanggungjawab, bedanya adl satu lelaki dan satu perempuan. Sama2 hidup, hidup adl rasa tahu dan gerak. sama2 hidup harus sama2 merasa, sama2 gerak, dan sama2 tahu. jgn menyembunyikan sstu pada pasangan anda, jgn bergerak bbda dgn pasangan anda, dan hendaknya sll merasa perasaan yg sama. bedanya, satu lelaki dan satu perempuan, ada perbedaan antara sifat2 lelaki dan sifat2 prmpuan. jgn sampai lelaki jadi perempuan dan pr jadi lelaki. ada sifat2 terpuji dari laki2 dan ada sifat2 terpuji dari prm. sifat2 terpuji dari laki2 adl berani, murahtangan, dan rendah hati, sedang sifat prm ad hatiyg tinggi sehingga tdk mudah utk diganggu, jinakny bagaikn jinak merpati, tangany tertutup, tanganny sellau tertutp dlm arti tdk boros sehingga sll memilhara penghasiln suaminy, kemudian tidk berani bertindak kecl stlh berkonsultasi dgn pasanganny. itu perbedaan2 yg  harus dipelajari dan harus dicamkan agar langkah terus sama kedepan, perasaan selalu seia dan sekata ketika itu perkawinan akan langgeng mencapai ridha ilahi.

allahumma nawwir qulubana wasyrah sudurana waanzil sakinatah. Ya Allah, sinarilah hati kami, lapangkanlah dada kami, dan anugerahilah kami sakinah, ketenangan kehidupan rumah kami. allahumma janibna ssyakka wa su adzdann wal gihrah, ya Allah, hindarkanlah kami dari keraguan, hindarkanlah kami dari sangka buruk serta cemburu yg berlebihan. allahumma3x rabbana hablana min azwajina shallahu ala sayyidina muhammad walhamdulillah lillah


================

Kita semua mendambakan keluarga sakinah, keluarga yg tenang, bahagia, harmonis.ttp kita harus menyadari bahwa keluarga sakinah tdk mungkin tercapai tanpa peranan dari seluruh anggota keluarga. suatu keluarga biasnya terdiri dari bapak ibu dan anak.  suami, istri dan anak. masing2 mempunyai peranan yg sangat besar utk terciptanya keluarga sakinah. yg pertama yg ingin kita garibawahi bahwa nabi bersabda. apabila tiga orang diantara kamu dlm perjalanan, hendaklah salah seorang yg menjadi pemimpin mereka. kalau dlm perjalanan sj yg sifatnya sementara, dibutuhkan seoarng pmimpin, maka tentu dlm kehidupn rumah tangga pun dibutuhkan pemimpin. Apakah anak yg menjadi pemimpin, tentu tidak. apakah istri yg menjadi pemimpin, boleh jadi. tapi, alquran menggarisbawahi bahwa yg menjadi pemimpin adl suami. tapi yg perlu digarisbawahi bhw kpemimpinan wewenang, bukan ksewenangan, kepemimpiann tidka menuntut, tp menuntun, kpimpinan bukan fasilitas, tp tanggunjawab. itu sebabnya, para pakar berkata bahwa sebenarnya arti qawwamun yg biasa diterjemahkan dgn pemimpin bukan dlm pengertian seperti apa yg kita duga. tapi qawwamun adl melaksanakan tugas secr sempurna, dan sebaik2 suami adl pemimpin yg melaksanakan tugas2nya dgn sebaik2nya. dan itu bukan berarti dia sekadar memerintah, menyruh. tapi ada tanggunjawab yg harus dipikulnya sesuai dgn tuntunan agama dan budaya. Suami punya kewajiban. Al-Qur`an melukiskan peranan suami antara lain dengan ungkapan metafor, dinyataakannya, nisaaukum hartsullakum, istri2 mu itu adl ladang bagi kamu. jika demikian, suami adl petani. seorang petani harus mencintai tanah garapannya, seorang petani harus menyingkirkan segala sesuatu g dapat menimbulkan tdk berfungsinya tanah dan ladangnya. hama harus disingkirkan, tikus, dan segala macam yg merusak tanaman harus dibentengi krn dia adl petani. selanjutnya, jika buah berhasil, buahpun harus diperhatikan jangan sampai buah itu rusak. anak yg diperoleh harus diperhatikan sbgm petani memperhatikan buahnya.
saudara, petani juga harus pandai2 memilih masa2 menanam krn kalau tdak tanah garapanny tdk akan bermanfaat, ssu dgn apa yg diharapkannya. dari sini, peranan suami ditintut dan krn itu pula kewajiban suami memberikan kbutuhan pokok keluarganya. kebutuhan dlm kebutuhan fisik dan rohani. kbuthan rohani adl menciptakan rasa aman dl keluarga. rasa aman lebih penting dari kesehatan. krn seorang yg sakit akan tidur nenyyak, sedangkan seoarnag yg sehat kaya tp tdk merasa aman maka dia tdk akan tidur nynyek. suami  berkwwajiban menciptakan rasa aman bagi keluarganya.
allahumma waffiqiqna  biqiyami bihuquqi ahyina wari'ayatihim ya Alah anugerahilah kami kemampuan utk melaksanakan kewajiban2 kami menyangkut kelaurga kami. Allahumma janibna lharam aynama kaan wa wa mata kaan wa indama kaan. Ya Allah, hindarkanlah kami dari yg haram. dimanapun, kapanpun, dan siapapun jauhkanlah wajah2 orang yg melakukan yg haram dari wajah kami, dari rumah kami dan keluarga kami. wa sh

-----
ktk adam dan istrinya berada di surga, Alah menggtkan mrk berdua, laykrijannkuma minal jannati fatasyqa
Hai adam dan istrinya, jgn sampai setan merayu dan mentepkan kamu hingga kamu keluar dari surga shg kamu susah dlm mencari rezki. Ayat ini adl ayat yg menunjukkan bahw yg mberkewajibn mencari nafkah utk keluarga adl suami, bukan istri. betepaun kayanya seoarng istri, dan terbatasnya seoarng suami, namun kewajiban itu tetap dipikul oleh  gsuami . istri tdk berkwwajiban sedikitpun utk mengeluarkan hartanya. namun krn kehidupan rmh tangga, kehidupan kerja sama maka tdk terlarang dlm agama seroagn istri bekerja demi membantu suami demi memenuhi kebutuhan keluarga. pada zaman nabi, sekian banyak pr yg membantu suaminya. contohnya, ummu qilah adl seoarng pedang pada masa nabi, bahkan khadijah istri nabi adl seorang wanita yg berbisnis dan sukses dlm bisnisnya. asma adl putri khalifah abu bakar juga seoarang pekerja membantu suaminya, namun kita harus ingat, ada tugas2 yg hars dipiukul oleh seoarng ayah dan seoarng ibu. kita memang tdak boleh berkata bahwa soerang istri harus tinggal di rumah al-quran pun memberi isyarakt bahwa mrk boleh keluar rumah wa qARNA jadikanlah perhatian utamamu adl rmh tangga, jgn keluar berdanan dan berhias utk mempertontonkan diri. itu adl cara2 jahiliah masa lalu. demikian alquran. krn itu kita tdk bisa mlrng utk keluar rumahnya walaupun di itu adl permpuna. selama dia dapat memlihara diri dan memlihara orang lain dari tingkah lakunya. bahkan alquran mengisyaratkan seoarng  pr yg melakn pelanggaran itulah yg harus dihukum keluar rumah. jadi, yg melarng prm keluar rumah mengganp dia tlh melakukn dosa. demikian isyarat yg ditemukn dlm surat an nisa.ttp seoarn gistri harus dpt mempertimbangkan kapan dia bekerja dan kapan dia di rumah yg pertama adl sikap suaminya.


Belajar Hidup dalam realita. Jika kenyataan yang terjadi bukan yang diharapkan, maka dambakanlah kenyataan itu dan serahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt. Yakini bahwa betapapun tingginya pucuk cita, suratan takdir tak mungkin terlampaui.

"Mencintai yg dinikahi itu lebih baik daripada Menikahi yg dicintai"

Berpikirlah scr matang. Tempatkn sst pd tmpatnya. Kebersamaan dianjurkn dlm stiap kegiatan, krn dgn kbrsamaan hasil akn mnjd banyak. Tanpa kerjasama, kita tdk akan mncapai sukses yh dihrpkan. Ihsan adl: memberi lbh bnyak dari yg mestiny kita beri, dan menerima lbh sdkit dr yg mestiny kita trima. Tidak sempit lubang jarum bg org yg bersahabat, dan tdk luas dunia bg org yg berseteru. Sahabt adl org yg palig sdikt Basabasinya, dia yg mluruskan kekliruan kita, yg brgmbira kala kt gembira dan bersedih ktk kt brsedih. Shbt adalh sosok lain, pdhl sosok itu adlh diri kt sendiri, yg tdk meremhkn hak kita. Alakhillau yaumaizin ba'dhuhm liba'd aduw, illalmuttaqin

Musyawrh bukan brarti mncari jln tengah, ttp mencari yg trbaik: siapapun yg menemukanny. Syarat suksesny musyw: harus ada kesdiaan dr ke2belahpihak utk mundur selangkah; dan tdk akan sukss jk ada persaan ingn menang sndiri. Jgn pernah brfikr dgn kt sy, tp dgn kata kita: sdh mnjd suatu ksatuan, shg kekitaan yg hrs dtonjlkan, jika msh mnnonjlkn keakuan. Jk tdk menyukai sst, bisa jadi dbalik itu akan mjd kebaikn yg bnyk


بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله , نحمده ونستعينه , ونستغفره , ونعوذ بالله من شرور أنفسنا , ومن سيئات أعمالنا , من يهده الله فلا مضل له , ومن يضلل فلا هادي له , وأشهد أن لاإله إلا الله وحده لاشريك له , وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم .

{ يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون }

{ يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تسألون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا }

{ يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا , يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم , ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما }

Anak-anakku..,

Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ……insya الله.

Rentang perjalanan hidup manusia yang begitu panjang … sesungguhnya singkat saja. Begitu pula…liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana. Kita semua.. diciptakan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak lain untuk beribadah kepada NYA. Maka, jika kita semua berharap kelak dapat berjumpa dengan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa …dalam keadaan IA ridlo kepada kita, hendaklah kita jadikan segala tindakan kita semata-mata di dalam rangka mencari keridlo’an-NYA dan menyelaraskan diri kepada Sunnah Nabi-NYA Yang Mulia -Shallallahu alaihi wa sallam-

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا.

(Maka barangsiapa merindukan akan perjumpaannya dengan robb-nya, hendaknya ia beramal dengan amalan yang sholeh, serta tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun di dalam peribadatan kepada robb-nya.)

Begitu pula pernikahan ini, ijab-qabulnya, adanya wali dan dua orang saksi, termasuk hadirnya kita semua memenuhi undangan ini…adalah ibadah, yang tidak luput dari keharusan untuk sesuai dengan syari’at ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa.

Oleh karena itu…, kepada calon suami anakku…

Saya ingatkan, bahwa wanita itu dinikahi karena empat alasan, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam:

عن أبي هريره رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya,atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau.” (HR:Muslim)

Maka ambilah nanti putriku sebagai isteri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya. Dengannya dan bersamanya lah kamu beribadah kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa, di dalam suka…di dalam duka. Gaulilah ia secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syari’at ALLAH. Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah memerintahkan demikian:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

(Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma’ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan.) (An-Nisaa’:19)

Dan ingatlah pula wasiat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

إستوصوا بالنساء خيرا فإنهن عوان عندكم

(Pergaulilah isteri-isteri dengan baik. Karena sesungguhnya mereka itu mitra hidup kalian)

Dan perlakuanmu terhadap isterimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-;

أكمل المؤمن إيمانا أحسنهم خلقا و خياركم خياركم لنساءهم (الترمذي عن ابي هريرة)

(Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya)

Dan kamu sebagai laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangga.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

(Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya.) (An-Nisaa’: 34)

Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. Raihlah kewibawaan agar isterimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggungjawab, arif dan lemah lembut , sehingga isterimu merasa hangat dan tentram di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah sa’atnya untuk membuktikan bahwa kamu laki-laki sejati, laki-laki yang bukan hanya lahirnya.

Kepada putriku…

Saya ingatkan kepadamu akan sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- :

عن أبي هريرة؛ قال:- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

إذا أتاكم من ترضون خلقه ودينه فزوجوه. إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض

Jika datang kepadamu (-wahai para orang tua anak gadis-) seorang pemuda yang kau sukai akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan menyebarnya kerusakan di muka bumi.” (HR: Ibnu Majah)

Dan semoga -tentunya- calon suamimu datang dan diterima karena agama dan akhlaqnya, bukan karena yang lain. Maka hendaknya kau luruskan pula niatmu. Sambutlah dia sebagai suami sekaligus pemimpinmu. Jadikanlah perkawinanmu ini sebagai wasilah ibadahmu kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Camkanlah sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

لو كنت أمرا أحد ان يسجد لأحد لأمرت المرءة ان تسجد لزوجها (الترم1ي عن ابي هريرة)

(Seandainya aku boleh memerintahkan manusia untuk sujud kepada sesamanya, sungguh sudah aku perintahkan sang isteri sujud kepada suaminya.)

Karenanya sekali lagi saya nasihatkan , wahai putriku…

Terima dan sambutlah suamimu ini dengan sepenuh cinta dan ketaatan.

Layani ia dengan kehangatanmu…

Manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu…

Bantulah ia dengan kesabaran dan doamu…

Hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu…

Bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu…

Tutuplah kekurangannya dengan mulianya akhlaqmu…

Manakala telah kamu lakukan itu semua, tak ada gelar yang lebih tepat disandangkan padamu selain Al Mar’atush-Shalihah, yaitu sebaik-baik perhiasan dunia. Sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

الدنيا متاع وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة ( مسلم)

(Dunia tak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.)

Inilah satu kebahagiaan hakiki -bukan khayali- yang diidam-idamkan oleh setiap wanita beriman. Maka bersyukurlah, sekali lagi bersyukurlah kamu untuk semua itu, karena tidak semua wanita memperoleh kesempatan sedemikian berharga. Kesempatan menjadi seorang isteri, menjadi seorang ibu. Terlebih lagi, adanya kesempatan, diundang masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. Yang demikian ini mungkin bagimu selagi kamu melaksanakan sholat wajib lima waktu -cukup yang lima waktu-, puasa -juga cukup yang wajib- di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan -termasuk menutup aurat- , dan ta’at kepada suami. Cukup, cukup itu. Sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحفظت فرجها وأطاعت زوجها

قيل لها: ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت (أحمد عن عبدالرحمن بن عوف)

(Jika seorang isteri telah sholat yang lima, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan ta’at kepada suaminya. Dikatakan kapadanya: Silahkan masuk ke dalam Surga dari pintu mana saja yang engkau mau.)

Anak-anakku…,

Melalui rangkaian ayat-ayat suci Al Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi Yang Mulia, kami semua yang hadir di sini mengantarkan kalian berdua memasuki gerbang kehidupan yang baru, bersiap-siap meninggalkan ruang tunggu, dan mengakhiri masa penantian kalian yang lama. Kami semua hanya dapat mengantar kalian hingga di dermaga. Untuk selanjutnya, bahtera rumah-tangga kalian akan mengarungi samudra kehidupan, yang tentunya tak sepi dari ombak, bahkan mungkin badai.

Karena itu, jangan tinggalkan jalan ketaqwaan. Karena hanya dengan ketaqwaan saja ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa akan mudahkan segala urusan kalian, mengeluarkan kalian dari kesulitan-kesulitan, bahkan mengaruniai kalian rizki.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

(Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan berikan bagi nya jalan keluar dan mengaruniai rizki dari sisi yang tak terduga.)

(Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mudahkan urusannya.)

Bersyukurlah kalian berdua akan ni’mat ini semua. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengarunia kalian separuh dari agama ini, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengarunia kalian kesempatan untuk menjalankan syari’at-NYA yang mulia, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa juga telah mengaruniai kalian kesempatan untuk mencintai dan dicintai dengan jalan yang suci dan terhormat.

Ketahuilah, bahwa pernikahan ini menyebabkan kalian harus lebih berbagi. Orang tua kalian bertambah, saudara kalian bertambah, bahkan sahabat-sahabat kalian pun bertambah, yang kesemua itu tentu memperpanjang tali silaturahmi, memperlebar tempat berpijak, memperluas pandangan, dan memperjauh daya pendengaran. Bukan saja semakin banyak yang perlu kalian atur dan perhatikan, sebaliknya semakin banyak pula yang akan ikut mengatur dan memperhatikan kalian. Maka, barang siapa yang tidak kokoh sebagai pribadi dia akan semakin gamang menghadapi kehidupannya yang baru.

Ketahuilah, bahwa anak-anak yang sholeh dan sholehah yang kalian idam-idamkan itu sulit lahir dan tumbuh kecuali di dalam rumah tangga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Dan tentunya tak akan tercipta rumah-tangga yang sakinah, kecuali dibangun oleh suami yang sholeh dan isteri yang sholehah.

Akan tetapi, wahai anak-anakku, jangan takut menatap masa depan dan memikul tanggung jawab ini semua. Jangan bersedih dan berkecil hati jika kalian menganggap bekal yang kalian miliki sekarang ini masih sangat kurang. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

(Artinya: “Dan janganlah berkecil hati juga jangan bersedih. Padahal kalian adalah orang-orang yang mulia seandainya sungguh-sungguh beriman.”) (Ali Imran: 139)

Ya, selama masih ada iman di dalam dada segalanya akan menjadi mudah bagi kalian. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan taqwa. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Bersungguh-sungguhlah untuk itu, untuk meraih segala kebaikan yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa sediakan melalui pernikahan ini. Jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan kepada ALLAH. kemudian jangan merasa tak mampu atau pesimis. Jangan, jangan kalian awali kehidupan rumah tangga ini dengan perasaan lemah !

احرص على ما ينفعك. واستعن بالله ولا تعجز

(Bersungguh-sungguhlah kepada yang bermanfa’at bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLAH, dan jangan merasa lemah!) (HR: Ibnu Majah)

Terakhir, ingatlah bahwa nikah merupakan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, sebagaimana sabdanya:

النكاح من سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني

(Nikah itu merupakan bagian dari Sunnahku. Maka barang siapa berpaling dari Sunnahku, ia bukanlah bagian dari umatku.)

Maka janganlah justru melalui pernikahan ini atau setelah aqad ini kalian justru meninggalkan Sunnah untuk kemudian bergelimang di dalam berbagai bid’ah dan kema’shiyatan.

Kepada besanku…

Terimalah masing-masing mereka sebagai tambahan anak bagi kita. Ma’lumilah kekurangan-kekurangannya, karena mereka memang masih muda. Bimbinglah mereka, karena inilah saatnya mereka memasuki kehidupan yang sesungguhnya.

Wajar, sebagaimana seorang anak bayi yang sedang belajar berdiri dan berjalan, tentu pernah mengalami jatuh untuk kemudian bangkit dan mencoba kembali. Maka bantulah mereka sampai benar-benar kokoh untuk berdiri dan berjalan sendiri.

Bantu dan bimbing mereka, tetapi jangan mengatur. Biarkan.., Karena sepenuhnya diri mereka dan keturunan yang kelak lahir dari perkawinan mereka adalah tanggung-jawab mereka sendiri di hadapan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Hargailah harapan dan cita-cita yang mereka bangun di atas ilmu yang telah sampai pada mereka.

Keterlibatan kita yang terlalu jauh dan tidak pada tempatnya di dalam persoalan rumah tangga mereka bukannya akan membantu. Bahkan sebaliknya, membuat mereka tak akan pernah kokoh. Sementara mereka dituntut untuk menjadi sebenar-benar bapak dan sebenar-benar ibu di hadapan…dan bagi anak-anak mereka sendiri.

Ketahuilah, bahwa bukan mereka saja yang sedang memasuki kehidupannya yang baru, sebagai suami isteri. Kita pun, para orang tua, sedang memasuki kehidupan kita yang baru, yakni kehidupan calon seorang kakek atau nenek – insya الله. Maka hendaknya umur dan pengalaman ini membuat kita,…para orangtua, menjadi lebih arif dan sabar, bukannya semakin pandir dan dikuasai perasaan. Pengalaman hidup kita memang bisa jadi pelajaran, tetapi belum tentu harus jadi acuan bagi mereka.

Jika kelak -dari pernikahan ini- lahir cucu-cucu bagi kita. Sayangilah mereka tanpa harus melecehkan dan menjatuhkan wibawa orangtuanya. Berapa banyak cerita di mana kakek atau nenek merebut superioritas ayah dan ibu. Sehingga anak-anak lebih ta’at kepada kakek atau neneknya ketimbang kepada kedua orangtuanya. Sungguh, akankah kelak cucu-cucu kita menjadi anak-anak yang ta’at kepada orangtuanya atau tidak, sedikit banyak dipengaruhi oleh cara kita memanjakan mereka.

Kepada semua, baik yang pernah mengalami peristiwa semacam ini, maupun yang sedang menanti-nanti gilirannya, marilah kita do’akan mereka dengan do’a yang telah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير

فأعتبروا يا أولي الأبصار

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لاإله إلاأنت أستغفرك وأتوب إليك

No comments:

Post a Comment